Projek P8 Kelas IX SMP Frater Makassar: Menelusuri Jejak Budaya Nusantara di Benteng Somba Opu
Makassar, 31 Juli 2026 – SMP Frater Makassar kembali melaksanakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P8) bagi murid kelas IX dengan mengusung tema Kearifan Lokal. Projek yang berjudul "Jejak Budaya Nusantara: Pengaruh Geologi terhadap Rumah Adat dan Kampanye Pelestarian Budaya" ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Mandarin, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Kegiatan dilaksanakan di kawasan Benteng Somba Opu, Makassar, yang dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki koleksi berbagai rumah adat dari daerah-daerah di Sulawesi Selatan. Keberagaman rumah adat tersebut memberikan kesempatan kepada para murid untuk mempelajari secara langsung hubungan antara kondisi geologis suatu daerah dengan bentuk arsitektur serta bahan bangunan yang digunakan dalam pembangunan rumah adat.
Pada mata pelajaran IPS, murid melakukan pengamatan terhadap karakteristik rumah adat, mulai dari jenis material bangunan, bentuk konstruksi, hingga pengaruh kondisi geografis dan geologis terhadap desain bangunan tradisional. Untuk memperkaya informasi, para murid juga melakukan wawancara singkat dengan beberapa narasumber yang berada di kawasan Benteng Somba Opu.
Sementara itu, melalui mata pelajaran PJOK, kegiatan kunjungan dimanfaatkan sebagai sarana membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup aktif dan sehat. Selama kegiatan berlangsung, murid mencatat berbagai aktivitas fisik yang dilakukan, seperti jarak tempuh perjalanan, durasi aktivitas, jumlah langkah, serta memperkirakan jumlah kalori yang dikeluarkan selama mengikuti pembelajaran di lapangan.
Integrasi juga dilakukan pada mata pelajaran Bahasa Mandarin. Setelah memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga warisan budaya, murid merancang media kampanye berupa poster ajakan untuk melestarikan rumah adat dengan menggunakan bahasa Mandarin. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya mengembangkan kemampuan berbahasa asing, tetapi juga belajar menyampaikan pesan pelestarian budaya kepada masyarakat secara kreatif.
Kepala SMP Frater Makassar menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis projek seperti ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata di lingkungan sekitar. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, serta kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para murid mampu menjelaskan hubungan antara kondisi geologi dengan bentuk rumah adat di berbagai daerah, memahami nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab untuk turut melestarikan rumah adat sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia.
